Teknologi Biometrik Sidik Jari
Biometrik adalah metode untuk mengenali seseorang berdasarkan ciri-ciri fisik, karakter, dan perilakunya secara otomatis. Biasanya ciri khas yang dijadikan indikator untuk mengenali seseorang biasanya adalah wajah, sidik jari, pola tangan, tulisan, iris, retina, suara, atau pembuluh darah. Menggunakan ciri-ciri fisik yang unik dari tubuh seperti sidik jari atau iris mata menjadi solusi yang tepat untuk mengidentifikasi dan memverifikasi orang tersebut.
Sidik jari adalah salah satu ciri-ciri fisik manusia yang bersifat unik, artinya diciptakan berbeda dengan individu lainnya. Sidik jari manusia diibaratkan seperti pola bukit dan lembah yang tercipta supaya lebih mudah untuk mencengkeram sesuatu, sama seperti pola tapak ban yang berperan untuk mendapat grip atau cengkeraman di jalan aspal. Kode genetik pada DNA memberikan informasi bagaimana kulit harus terbentuk ketika masih janin.
Sistem scanner sidik jari mempunyai dua tugas dasar. Scanner mendapatkan gambar dari jari lalu menentukan pola bukit dan lembah pada gambar yang didapatkan, dicocokkan dengan pola yang terdapat pada gambar yang telah di-scan sebelumnya. Hanya karateristik yang spesifik, yang unik pada setiap sidik jari, yang disimpan dalam bentuk kode biometris yang terenkripsi. Data yang disimpan pada memori adalah seri angka biner yang digunakan untuk verifikasi.
Ada beberapa cara untuk mendapatkan gambar dari jari seseorang. Metode yang paling sering digunakan adalah optical scanning dan capacitance scanning. Kedua metode ini mempunyai cara kerja yang amat berbeda.
Optical Scanning Menggunakan CCD
Jantung dari optical scanner adalah charge coupled device (CCD), yaitu sistem sensor cahaya yang biasa digunakan pada kamera digital dan camcorder. Proses memindai dimulai ketika jari diletakkan di pelat kaca, dan sensor CCD menangkap gambar. Scanner mempunyai sumber cahaya sendiri, biasanya berupa susunan lampu LED untuk memberi cahaya pada bukit-bukit jari seseorang. Sistem CCD sendiri memproses gambar negatif, dengan area gelap yang menandakan cahaya yang lebih reflektif (bukit) dan area terang yang menandakan cahaya yang kurang reflektif (lembah).
Sebelum membandingkan hasil gambar dengan data yang telah disimpan, prosesor pada scanner memastikan bahwa sensor CCD telah menangkap gambar yang jelas. Prosesor memeriksa kegelapan rata-rata pixel atau nilai keseluruhan pada sampel, lalu akan menolak hasil pemindaian apabila gambar keseluruhan terlalu gelap atau terang. Setelah gambar ditolak, scanner menyetel waktu exposure time untuk menangkap gambar dengan cahaya yang lebih terang atau gelap. Setelah itu, proses pemindaian dimulai lagi.
Ketika level kegelapan dalam taraf cukup, scanner memeriksa ketajaman hasil sidik jari. Prosesor kemudian membandingkan hasil gambar sidik jari yang baru saja diambil dengan gambar sidik jari pada data yang telah disimpan.
Capacitance Scanning
Seperti scanner optik, scanner kapasitif memproses gambar bukit dan lembah yang membentuk sidik jari seseorang. Tetapi, yang membedakan antara scanner optik adalah, scanner kapasitif mendeteksi gambaran sidik jari menggunakan arus listrik.
Untuk memindai jari, prosesor pemindai membaca voltase output dan menentukan karakteristik bukit dan lembah pada sidik jari. Dengan membaca setiap sel pada kumpulan sensor, prosesor dapat mengumpulkan gambar sidik jari secara keseluruhan.
Kelebihan yang mendasar pada scanner kapasitif adalah hanya bisa mendeteksi sidik jari asli, ketimbang mendeteksi pola terang dan gelap yang menjadi prinsip scanner optik. Hal ini akan membuat sistem menjadi lebih sulit untuk ditipu. Selain itu, scanner kapasitif biasanya lebih kompak ukurannya dibanding scanner optik.
Data pada biometrik (dalam hal ini pemindai sidik jari) bersifat terpisah dan berbeda dengan data yang bersifat pribadi. Template biometrik tidak dapat diobrak-abrik untuk membuat ulang data pribadi, tidak bisa dicuri, dan tidak bisa digunakan untuk mengakses data pribadi.
Pemanfaatan Teknologi Biometrik Sidik Jari
Teknologi biometrik sidik jari ini ada untuk membuat sistem pengamanan lebih memadai. Sistem seperti fingerprint scanner (pemindai sidik jari) mempunyai beberapa kelebihan dibanding sistem lain, yaitu:
1. Fisik seseorang jauh lebih sulit untuk dipalsukan dibanding kartu identitas.
2. Seseorang tidak dapat lupa akan sidik jarinya seperti lupa akan password.
3. Seseorang tidak dapat menebak pola sidik jarinya seperti menebak password.
4. Seseorang tidak dapat meninggalkan sidik jari, iris, atau suaranya seperti meninggalkan access card.
Saat ini, teknologi biometrik mulai luas penggunaannya, contohnya digunakan dalam sistem pengamanan militer, perkantoran, industri, bank, rumah tangga, bahkan perangkat mobile.

Komentar
Posting Komentar