Sejarah dan Perkembangan Teknologi E-Money
Sejarah Kelahiran E-Money di Dunia
Uang digital atau E-Money merupakan bentuk lain dari mata uang yang kita kenal selama ini. Walaupun perbedaan antara E-Money dengan uang konvensional sangat mencolok, tidak ada perbedaan nilai tukar antara E-Money dengan uang konvensional. Yang membedakan e-Money dengan uang konvensional adalah fleksibilitas dan aksesbilitasE-Money yang tanpa batas. Hal ini disebabkan karena basis transaksi E-Money menggunakan sistem yang terhubung secara online dan tanpa harus mempertemukan orang yang bertransaksi.
Perkembangan E-Money sendiri dimulai sejak 1960. Saat itu perusahaan komputer raksasa IBM bekerjasama dengan American Airlines menciptakan suatu sistem yang disebut SABRE (Semi-AutomaticBusines Research Environment) yang memungkinkan kantor-kantor American airlines untuk dipasangkan dengan terminal yang terhubung dengan jaringan telfon yang memungkinkan perusahaan mengecek secara langsung jadwal keberanchigkatan, ketersediaan kursi, dan secara digital membuat pesanan yang kemudian bisa dibayarkan menggunakan sistem kredit. Tahun 1970an bank di amerika dan eropa telah menggunakan mainframe komputer untuk melacak transaksi antar cabang dan bank lain, sistem ini terbukti sukses melewati batasan internasional pertukaran kurs dibutuhkan.
Hingga pada 1983, sebuah researchpaper yang dibuat oleh David Chaum memperkenalkan ide “uang digital”. David Lee Chaum yang lahir pada tahun 1955 adalah seorang ilmuwan komputer dan kriptografer. Beliau banyak menciptakan protocol kriptografi dan menemukan Digicash, perusahaan uang digital. Digicash didirikan di Amsterdam untuk mengkomersialkan ide David, tetapi sayang perusahaanya bangkrut pada tahun 1998. Pada tahun 1999, David meninggalkan perusahaan.
Pada tahun 1997, justru perusahaan Coca-Colalah yang pertama kali menawarkan transaksi dari vendingmachine menggunakan mobilepayments, setelah itu barulah perusahaan layanan e-Money yang terkenal hingga saat ini PayPal muncul ke public. Dan pada tahun 2008 muncul kurs tersendiri dari uang digital yang dinamakan Bitcoin. Dari sinilah muncul istilah digital currency dan virtual currency.
Perkembangan E-Money Di Indonesia
E-Money sekarang mulai berkembang di Indonesia, Tahun ketahunpengunaE-Money semakin meningkat. Menjadi populer juga banyaknya wirausaha online maupun Offline di indonesia dan transaksi yang sedang popular digunakan sekarang adalah e-Money. Bahkan, fasilitas-fasilitas umum telah memperkenalkan e-Money sebagai pembayaran tol, commuterline, transjakarta, parkir, dan masih banyak lagi.
Banyak bank atau perusahaan lainya yang menyediakan jasa e-Money yang telah bersertifikan BI. Sejauh ini, e-Money – uang non-tunai yang digunakan dalam transaksi sudah digunakan sebagai alat pembayaran untuk transaksi yang bernilai kurang dari Rp 5 juta di Indonesia. Total nilai transaksi e-Money di tahun 2013 mencapai Rp 6,7 miliar per hari atau Rp 2 triliun per tahun. Sementara total nilai transaksi di Indonesia adalah Rp 260 triliun per tahun.
Walaupun e-Money sedang populer di Indonesia orang Indonesia masih enggan menggunakannya. Dari tren pertumbuhan tersebut, pengguna yang paling ber-antusias dalam menggunakan layanan e-Money datang dari masyarakat pengguna ponsel yang jauh lebih berpotensi. Namun sayang, dari survei yang dilakukan oleh IndoTelko Forum terhadap sekitar 2.000 responden menemukan masih adanya sejumlah kendala yang harus diperbaiki sebelum layanan e-Money dapat menjadi alat transasi keuangan yang dapat diandalkan.
Salah satu penyebab enggannya orang Indonesia menggunakan e-Money adalah keraguan saat menggunakannya.
Saat ini penggunaan uang elektronik terus meningkat. Sebagai contoh dapat dilihat dari penjualan e-tollcard yang terus meningkat. Adityawarman ,Direktur Utama Jasa Marga, mengatakan bahwa penjualan e-toll tembus 100 juta lebih.
Penggunaan uang elektronik atau electronicmoney (e-Money) diprediksi akan terus tumbuh secara signifikan. Meski demikian bertransaksi secara manual menggunakan uang tunai masih akan tetap dilakukan masyarakat. Eny Sri Hartati,Direktur Eksekutif Institute for Development of Economicsand Finance (INDEF), mengatakan penggunaan uang elektronik mempercepat transaksi dan proses perdagangan. Namun pengaruhnya signifikan atau tidak, belum dapat diketahui secara pasti.
Beberapa bank yang mengeluarkan produk e-Money di antaranya PT Bank Central Asia Tbk dengan produknya, Flazz, PT Bank Mandiri Tbk melalui IndomaretCard, Gaz Card, dan e-Toll. Sementara itu, PT Bank Mega Tbk dengan Studio PassCard dan Smart Card, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk mengeluarkan Java JazzCard dan Kartuku.
Selain itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mengeluarkan BRIZZI, BPD DKI Jakarta dengan produk JakCard, PT Indosat Tbk mengeluarkan Dompetku, PT SkyeSb Indonesia dengan produk SkyeCard, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mengeluarkan FlexyCard serta i-VasCard.
Selanjutnya, PT Telkomsel dengan produk T-Cash, PT XL Axiata Tbk mengeluarkan XL Tunai, PT Finnet Indonesia dengan produknya FinChannel dan BBM Money (produk uang elektronik kerjasama antara Produsen BlackBerry™ dengan Bank Permata).
Bank Indonesia mencatat nilai transaksi kartu prabayar atau electronicmoney (e-Money) mencapai Rp 2,19 triliun hingga Februari 2013. Angka tersebut meningkat 97% (year-on-year) dibandingkan Februari 2012 yang tercatat sebesar Rp 1,11 triliun.
Berdasarkan data Bank Indonesia, volume transaksi penggunaan e-Money juga tumbuh menjadi 9,62 juta transaksi. Volume ini naik 68% dari posisi Februari 2012 sebanyak 5,72 juta transaksi. Peningkatan ini sejalan dengan penambahan jumlah kartu e-Money setahun terakhir yang tumbuh 61% menjadi 23 juta kartu.
Namun, penggunaan uang elektronik belumlah maksimal seperti yang dikemukakan oleh Ketua ATSI Alex J Sinaga. Ia mengatakan, hingga saat ini jumlah pengguna e-Money di ponsel mencapai 12 juta pengguna. Namun, pengguna aktif e-Money di ponsel hanya enam persen dari jumlah pengguna tersebut.

Komentar
Posting Komentar