Mengenal Teknologi VAR Dalam Sepak Bola
Teknologi VAR dalam Sepak Bola
Dikembangkan pada 2010 oleh liga Belanda (KNVB) dan diperkenalkan lewat Major League Soccer (MLS) pada 2016, Video Assistant Referee (VAR) adalah teknologi termutakhir dalam dunia olahraga untuk meninjau kembali keputusan wasit mengenai pelanggaran dan gol.
Perkembangannya sempat maju mundur, disebabkan oleh Presiden FIFA saat itu, Sepp Blater, tidak menerima proposal VAR dalam sepak bola. Setelah dimakzulkan karena korupsi, pengganti Sepp, Gianni Infantino, menyambut hangat ide VAR.
Wasit akan memberi isyarat "TV" untuk melihat tayangan ulang. Oleh karena itu, tidak jarang gol dianulir atau tendangan penalti diberikan setelah beberapa saat wasit melihat tayangan VAR.
Meskipun hingga kini VAR digunakan sebagai "opini kedua", kata "termutakhir" mungkin masih diragukan karena teknologi tersebut sering salah baca dan salah kasih keputusan, sehingga perlu pengembangan lebih lanjut.
Tak ayal, selebrasi gol baru muncul untuk mengejek VAR yang sering salah tangkap. Salah satunya, dilakukan oleh Cristiano Ronaldo saat menghadapi Napoli untuk mengejek VAR yang menganulir golnya sebagai offside saat menghadapi Parma.
Selain itu, VAR dinilai kurang transparan karena hanya petugas VAR dan wasit yang tahu. Mantan wasit dan ketua komite wasit FIFA, Pierluigi Collina, mengatakan bahwa audio percakapan dalam ruangan VAR dan wasit perlu ditayangkan agar transparan. Namun, hal tersebut belum dapat diterapkan.
Di level ASEAN, hanya Thai Super League di Thailand yang menerapkan VAR. Hal tersebut membuktikan Thailand tidak main-main soal perkembangan sepak bolanya.
Kelemahan Teknologi VAR
Terlepas dari banyaknya pro dan kontra, VAR terbilang satu langkah maju untuk sepakbola dunia. Namun, ada sisi lain juga yang berdampak negatif bagi tim ketika VAR diterapkan. Apa itu? Jawabannya adalah momentum.
Peran momentum bagi tim adalah penting. Terutama ketika satu tim tengah membangun serang balik demi mengubah kedudukan. Alhasil, momentum itu bisa hilang saat instruksi operator VAR meminta pertandingan dihentikan sementara. Gairah permainan turun, dan kesempatan hilang.
Itu dampak yang harus diterima saat ini. Hadirnya teknologi VAR, wasit sebenarnya memiliki peran berat yang tak bisa ditolak. Yakni harus merumuskan keputusan komprehensif dari dua sisi yang berbeda.

Komentar
Posting Komentar