Mengenal Teknologi Fitness tracker pada peralatan olahraga
Fitness tracker pada peralatan olahraga
Dari dulu, adalah mimpi bagi para praktisi olahraga untuk memantau perkembangan atlet mereka, terutama saat bermain di lapangan.
Adidas pernah menjajal sektor ini dengan merilis "miCoach", sebuah fitness tracker yang dipasang di dalam produk sepatu sepak bolanya. Dengan miCoach, baik atlet sepak bola dan manajer dapat terus memantau pergerakan atlet saat latihan atau bermain di lapangan.
Akan tetapi, pada 2017, dengan banyaknya fitness tracker dalam bentuk jam maupun ponsel cerdas yang sudah otomatis melacak pergerakanmu, miCoach mulai ditinggalkan oleh peminatnya. Perusahaan olahraga asal Jerman tersebut secara resmi menutup miCoach pada 31 Desember 2018, memberi waktu bagi para penggunanya untuk memindahkan data atau menutup akun mereka.
Pada 2018, perusahaan asal Irlandia, STATSports, mengembangkan APEX, sebuah teknologi pakaian yang berfungsi sebagai fitness tracker untuk para atlet olahraga. Berbagai liga besar dan federasi sepak bola di benua Eropa ikut memakai teknologi Apex.
Terletak di sekitar leher dan dada, APEX dapat mengirim data kebugaran atlet secara waktu nyata ke perangkat yang terhubung melalui aplikasinya.
Dengan itu, pelatih dapat menerapkan program yang sesuai atau mengubah strategi permainan secara spontan. Lebih penting lagi, berdasarkan dengan 16 data, pelatih dapat mencegah cedera pemain.
Tertarik dengan visi STATSports, federasi sepak bola Amerika Serikat (U.S Soccer Federation) teken kontrak selama lima tahun dengan STATSports untuk menggunakan Apex. Dengan kontrak tersebut, STATSports akan mendistribusikan sebanyak 6.500 unit APEX ke seluruh lapisan sepak bola Amerika, mulai dari timnas pria hingga wanita, baik di rumput hijau atau di pasir.
Komentar
Posting Komentar